Tampilkan postingan dengan label Hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hamil. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 November 2015

Lahirnya si Barep Lanang

My Baby Boy

Beberapa hari setelah melahirkan, aku ingin sekali menuliskan cerita persalinan pertamaku. Tapi hari ini baru sempat terlaksana.

Alhamdulillah, 15 November 2015 telah lahir buah hatiku yg pertama melalui persalinan normal. Sejak merasa mules sehari sebelumnya, aku sudah malas makan (ini bukan kebiasaanku lho ya karena semenjak hamil aku doyan banget makan, baik itu pagi/ siang/ malam)..
Untungnya si mak'e yang sayang banget sama anak perempuan satu-satunya ini ngerti kalo aku kemarin pengen makan mie ayam pak Andy, maka seharian itu perutku cuma terisi oleh semangkuk mie ayam yang sengaja dibelikan khusus oleh ibundaku tercinta dan tidak terisi oleh makanan apapun lainnya.

Berlanjut ke cerita ya, perutku yang mules akhirnya semakin intens kurasakan, dan sehabis ashar dengan diantar mak'e aku periksakan keadaanku ke bu bidan, dan jelaslah mules itu pertanda kontraksi mau melahirkan telah dimulai karena bu bidan memastikan bahwa aku sudah masuk ke pembukaan satu. Karena baru pembukaan satu, mak'e dan aku memutuskan untuk pulang ke rumah dulu (secara rumah bu bidan dan rumahku deket cyiin).

Cerita berubah saat mendekati waktu maghrib, aku yang mau menunaikan kewajiban sebagai umat muslim yang baik (ceilehhh) untuk sholat tiga rakaat merasa perut sudah tidak bisa diajak kompromi, pas mau ambil wudhu ke kamar mandi saja sudah susah buat berdiri apalagi jalan, dan akhirnya sholat maghrib itu ku jama' dengan sholat isya' karena badan sudah mulai lemes.

Melihat keadaanku itu, si mak'e menyarankan untuk kembali ke rumah bu bidan. Menurut mak'e mending malam itu menginap di rumah bu bidan karena takutnya tengah malam aku tiba-tiba lahiran hehe. Alhamdulillah adik laki-lakiku yang kuliah di Malang sedang libur sabtu minggu di rumah, alhasil untuk menuju rumah bu bidan aku diantar naik motor karena sudah tidak kuat berjalan.

Malam itu, ditemani mak'e, dan adik iparku, akhirnya aku menginap di rumah bu bidan (tempat praktek bersalin; red), dengan alasan lebih aman kalau ada apa-apa bisa langsung ditangani oleh yang ahli. Secara ini lahiran anak pertama jadi banyak ketakutan ini-itu yang menghantui.

Kalau mengingat peristiwa malam itu sumpah perut ini rasanya mules tiada tara, hal ini ditambah dengan kesalahan fatalku yang tidak makan secuil nasipun seharian. Jadinya badan lemes dan perut yang mulesnya datang tiba-tiba tanpa terduga membuat mata ini tak bisa terpejam walau sedetik pun. Alhamdulillah sang mak'e dan adik ipar mendampingi dan setia mijitin badan yang sudah ngalor-ngidul sakitnya.

Setelah menunggu semalaman, habis subuh sekitar pukul 04.00 wib bu bidan datang memeriksa, akhirnya aku masuk ke pembukaan empat, mungkin proses persalinan pertamaku ini termasuk ke dalam kategori yang lama, mulai merasakan sakit sejak kemarin dan pagi itu baru pembukaan empat.

Pukul 08.00 wib alhamdulillah aku sudah pembukaan lima, dan menurut bu bidan untuk menuju pembukaan selanjutnya akan lebih cepat. Namun kenyataan mengatakan lain, sampai pukul 09.00 wib pembukaan yang ditunggu tidak kunjung datang, akhirnya bu bidan pun megisyaratkan jika sampai pukul 12.00 tidak ada perubahan signifikan, maka aku harus dirujuk ke rumah sakit untuk dilakukan tindakan operasi caesar.

Untuk meminimalisir kemungkinan caesar, akhirnya bu bidan memberikan obat pendorong melalui infus yang menempel di tangan kiriku maklum efek nggak makan seharian kemarin, jadi aku harus diinfus untuk menambah stamina pas mau mengeluarkan si dedek bayi (oh ya... Setelah 25 tahun, ini infus pertama yang sukses ditempel di tubuhku lho ;P).

Alhamdulillah beberapa menit setelah diberi obat pendorong, aku merasakan kontraksi yang semakin bertambah dari sebelumnya. Proses itu berlangsung begitu cepat, kurasakan ada rembesan air yang tiba-tiba keluar dari rahimku. Kata bu bidan itu air ketubanku (wah,,, kalau air ketuban sudah keluar semakin paniklah semua yg ada di ruangan itu... Takut kehabisan ketuban katanya).

Setelah pecah ketuban, rasa sakit di perut semakin menjadi-jadi, kontraksi itu membuat pembukaan semakin cepat. Akhirnya setelah sekitar 25 menit, di ruangan itu kulihat bu bidan beserta asistennya sudah memakai pakaian pelindung, mak'e dan mbak zum yang menungguiku kulihat semakin panik, sakit yang kurasa semakin membuatku ingin mengeluarkan sesuatu dari rahimku. Dengan kebesaran dan kasih sayang Allah SWT pukul 09.30 wib alhamdulillah makhluk kecil berjenis kelamin laki-laki itu berhasil terlahir ke muka bumi ini dengan ditandai tangisannya yang kencang mengubah suasana panik menjadi haru untuk beberapa saat kemudian.

Walhasil, hari itu Ahad Pon, 15 November 2015, pukul 09.30 wib. Si Barep lanang terlahir dengan sehat, berat badan 3,2 kg. Panjang 50 cm, kami beri nama dia "Ahmad Farel Ibnu Rusyd" semoga kelak ia akan menjadi anak yang sholeh, berilmu, kebanggaan dan kehormatan orangtuanya sesuai dengan namanya Aamiin.

Buah hatiku sehabis digundul (´∀`)
FYI: dalam persalinan pertamaku ini tidak ada sosok suami tercinta secara lahir, hal ini dikarenakan pekerjaannya di negeri jiran. namun perhatian, support, dan do'anya selalu menemani kami selama proses persalinan berlangsung sampai buah hati kami selamat terlahir ke dunia ini.

Selasa, 03 November 2015

Proses Penantian Persalinan

Dear Brother and Sister... How is life???

Sebenarnya sih ini draft tulisan saya di bulan Oktober, tapi karena lupa tidak dipublish jadinya masuk arsip bulan November deh wkwkwk...

Memasuki hari-hari terakhir bulan oktober... Masa-masa harap-harap cemas menantikan kelahiran si Dede' bayiku yg pertama tinggal menunggu hitungan hari.

Sungguh menunggu adalah hal yg paling tidak disukai oleh kita, apalagi ini menurut saya pribadi ya, menunggu launching anak pertama sungguh membuat saya ketar ketir tapi sok tenang wkwkwk.. Ditambah lagi banyak temen2 yang barengan pas hamil udah pada lahiran duluan,, jadi tambah galau tingkat dewa ლ(́◉◞౪◟◉‵ლ).. Untungnya dokter yang menangani pas USG dan bu bidan menyarankan untuk tetap tenang menunggu dan terus memanjaatkan do'a pada Yang Maha Kuasa.

Nah sembari menunggu itu,, ada beberapa hal yang aku lakukan saudara-saudara seperti rajin ngepel manual alias jongkok, trus tetep stay jalan-jalan santai pagi biar mempermudah proses persalinan kelak. Terus bulan November ini aku sudah nggak ngajar lagi alias ambil cuti biar bisa istirahat dulu (udah berat bawa badan hehehe)

Oh ya,, di bulan ini aku sudah semangat untuk mulai nyicil pernak-pernik baby,, maklum kalo kemarin-kemarin masih agak ogah-ogahan beli ini itu.. So ditemani my mother kesayangan aku mulai mencicil beberapa keperluan untuk si anak pertama ini,,

Alhamdulillah banyak juga yang sudah ngasih hadiah seperti aunty nitung dan abadiah.. Walaupun mereka jauh tapi salut sama pertemanan mereka (Big Hugs for you guys) Yuks intip persiapan si calon ibu menyambut kelahiran bayi pertamanya... Hehehe...

Perlengkapan Bayi

Lucu-lucu ya barang buat si Baby (^.^)
Nah gambar di atas itu beberapa barang yg sudah aku persiapkan,, ada juga bak mandi bayi,, trus kasur bayi dll sih tapi no captured picture (/^▽^)/ kebanyakan sih warna netral kayak kuning,, biar bisa buat cowok atau cewek walau aku sudah USG dua kali dan tebakan si dokter tetep sama.

Akhirnya tinggal berpasrah diri sama Allah SWT... Mohon do'anya ya kawan-kawan, semoga aku diberi kelancaran, keselamatan dalam proses persalinan.. Sehingga nantinya ibu dan anak sehat walafiat Aamiin..

Salam Bahagia untuk para ibu hamil di luar sana (★^O^★)..

Senin, 28 September 2015

Curhatan Ibu hamil


Dear sista.. nggak kerasa bulan ini aku sudah memasuki usia tujuh bulan kehamilan dan mulai menginjak ke delapan bulan. Banyak hal yang sebelumnya tidak begitu terasa dan sekarang jadi sesuatu yang baru dalam hidupku. Kalau bulan-bulan kemarin pas periksa ke bu bidan belum begitu terasa gerakan si DeBay (Dede’ Bayi), Alhamdulillah sekarang irama tendangannya di rahimku berhasil menciptakan sebuah harmoni tersendiri dalam hidupku, bahkan detak jantungnya mengisyaratkan padaku bahwa kemanapun aku pergi, kini aku tak sendiri karena ada calon malaikat kecilku yang selalu menemani.

Bulan ini aku sempatkan juga untuk melakukan USG di Rumah sakit Arsy, Alhamdulillah dokternya baik banget. Pertama kali rasanya deg-degan lho maklumlah ini baru pengalaman pertama hehehe. Nah pas lagi diperiksa, subhanallah......... melihat sesosok makhluk yang bergerak-gerak di monitor itu rasanya W.O.W, sempat ingin menitikkan air mata melihat salah satu kebesaran Allah SWT. dan hasilnya kata dokter si DeBay diperkirakan berjenis kelamin ********. terus HPL (Hari Perkiraan Lahiran) jadi tambah maju bulan oktober. ya apapun itu semoga Allah SWT. selalu memberikan kesehatan dan kelancaran sampai hari persalinan tiba (mohon do'anya nggeh semua dear reader...). ini saya kasih foto hasil USG si DeBay ya.
hayoo... jenis kelaminnya apa coba????

Bicara soal kehamilan, satu hal yang nggak bisa aku pungkiri kini. Berat badanku udah naik sekitar 10-15 kg dari sebelumnya. Jika awalnya berat badan normalku sekitar 45 kg, kini melonjak sekitar 58-59 kg. Hal ini pasti berbanding lurus dengan kebiasaan makanku yang bertambah juga hehehe. Ndak peduli pagi, siang, malam maunya ngunyah mlulu... Alhasil tuh muka, dan seluruh anggota badan jadi gendut semua wkwkwkwk.

Karena faktor di atas, outfit atau baju-baju yang biasanya aku pakai sekarang sudah nggak muat lagi hiks..hiks.. padahal normalnya baju-baju itu sudah satu nomor di atas ukuran bajuku biasanya lho. Nah hal ini pasti berpengaruh pada outfit untuk mengajar juga. Hems… akhirnya ibu hamil ini harus pakai baju yang lebih longgar dong seperti gamis dll. Kalau untuk sehari-hari celana udah nggak masuk itungan lagi alias udah nggak ada yang muat cyinn.. Sebenernya sih mau nyoba jogger pants yang katanya xxl tapi kayaknya nggak pede juga wikikikik. Kalau rok alhamdulillah punya beberapa koleksi yang masih bersahabat karena berbahan kaos dan punya tali yang bisa dilonggarin (kreasi sendiri :P).

Berikut salah satu baju gamis yang bisa aku gunakan saat ngajar kayak gini nih.. cekidot.. 
Abaikan backgroundnya (*.*)


Mukanya pucat banget.... ;(
Cukup sekian ya curhatannya. Ini edisi pengen nulis aja biar suatu saat nanti sang penulis bisa mengingat momen indah saat hamil pertama ini... Cheers...

Senin, 20 Juli 2015

Ramadhan & Idul Fitri 1436 H

Eid Mubarak 1436 H..
Taqabballahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum. Selamat hari raya Idul Fitri kawan2 sayang.

Lama tak cerita apapun di blog, akhirnya malam ini aku punya kesempatan dan mood untuk sekedar curhat colongan (´∀`). Alhamdulillah ini hari raya keduaku bareng suami tercinta dan lebih alhamdulillah lagi bareng "debay" alias "dedek bayi" yg berusia 5 bulan di rahimku.

Sebelum jauh bicara soal idul fitri kita flash back tentang cerita puasa bumil ya (⌒▽⌒). Yahh walaupun sedang hamil muda aku berusaha untuk tetap menjalankan ibadah rukun islam yg ke empat ini, disamping takut utangnya kebanyakan khan sekalian ngasih tahu debay bahwa ibunya ini lagi ibadah juga lho.

Kendala jadi bumil yg puasa di usia kandungan yg aku jalani saat ini sebenarnya belum terlalu berat sih, tapi setelah konsultasi sana-sini, ternyata hal itu kembali ke kondisi fisik masing-masing para ibu hamil. Cerita dari teman ada yg bisa full sebulan penuh, dan ada yg bolong alias nggak kuat puasa sama sekali. Nah pas nonton tipi kebetulan ada tips buat para bumil yang pengen lancar puasanya, salah satunya yaitu tetap makan 3x ya saat puasa (nah lho kok bisa???) caranya:
1. Makan saat sahur, jangan lupa asupan multivitamin dari dokter kalo ada, dan minum susu hamil (^~^).
2. Makan saat buka puasa, trus pas malam jaga minumnya ya biar nggak kekurangan cairan alias dehidrasi para bumil.
3. Makan lagi deh sebelum tidur biar tetep terjaga asupan energi buat bumil dan "debay".

Lalu pertanyaannya?? Saya bolong berapa hari coba?? Hihihi saya bolong enam hari kawan2 abisnya kadang masih sering bepergian sama suami ada keperluan, jadi kalo keluar rumah panas dan nggak kuat deh khan kasihan debay juga ya ヽ(^。^)丿.

Nah pas puasa kali ini, si bumil yg satu ini punya kebiasaan baru yaitu ngemil di malam hari/ bahkan tengah malam malah hahaha... alhamdulillah suami mau nurutin permintaan istrinya ini, kadang tiba-tiba pengen baksolah, mie ayamlah, kebablah, nasi gorenglah dan apalah-apalah lainnya. Makasih banyak ya mas saifku sayang (≧∇≦)/.

Ramadhan kali ini alhamdulillah juga bumil bisa buka puasa bareng sama alumni teman-teman MTsM 01, walaupun banyak miss communication antara pihak resto Palm K****l Wesi dan kita para tamu. Huft jadinya banyak yg baru bisa makan habis isya'. Kasihan deh sudah puasa sampe maghrib diterusin lagi sampai Isya' wikikik,, Nah cekidot beberapa foto kita neh...

Buka Puasa Bareng alumni MTsM 01

Setelah ngebahas Ramadhan, kali ini kita bahas tentang hari raya idul fitri 1436 ya kawan-kawan. Seperti hari raya tahun kemarin, setelah bersuami jadwal dan agenda silaturrahmiku ke kerabat jadi tambah banyak deh. Maklum keluarga suami adalah keluarga yg besar banget hehehe.

First day of Eid al Fitri 1436 H.
Aku dan suami memilih meneruskan silaturrahmi ke tetangga dekat rumahku, setelah pas malam takbiran sudah sempat nyicil ke beberapa rumah. Pas siangnya ganti ke rumah mertua dan tetangga di rumah suami. Sampai situ,,, oh jelas tidak!! Perjalanan berlanjut ke rumah mbah dari ibu dan saudara-saudara ibuku (kalau bapakku kebetulan anak tunggal jadi saudara bapak "0"). 

Second day of Eid al Fitri 1436 H.
Hari itu kumanfaatkan untuk berlebaran ke keluarga besar suamiku, lebih jelasnya ke saudara ibu mertua (FYI : rumahnya nggak ada yg dekat alias jauh semua "Karang Tawar - Gampang - Blimbing"). Sekalian bepergian jauh, mampirlah aku dan suami ke saudara ibuku yg punya rumah di Ngebrak, maka lengkaplah perjalanan Bumil muter-muter hari itu. Mengingat manfaat silaturrahmi yg begitu besar dalam agama Islam, maka capek, lelah, dan pusing sepertinya harus dilupakan sejenak hehehe. 

Lebaran kali ini sungguh begitu luar biasa bagiku dan suami, alhamdulillah dua tahun berturut-turut bisa merasakan puasa Ramadhan dan lebaran bersama suami merupakan sebuah anugrah tersendiri. Apalagi kehadiran calon bayi dalam rahimku ini semakin menambah panjatan syukurku padaMu ya Illahi Rabbi.

"Sungguh maka Nikmat Tuhanmu yg manakah yg kamu dustakan"

Sampai disini dulu kawan2 curhatan saya. Semoga Allah memberikan umur yang panjang dan barokah untuk kita agar kita bisa bertemu dg Ramadhan2 yg akan datang Aamiin ya Rabb al 'aalamiin.

Reminder for me from Ramadhan this year.. #Dibalik setiap cobaan dan ujian pasti ada pertolongan dan hikmah dari Allah yang akan menyertai para hambaNya.

Juli 2015-setelah melalui berbagai editan.

Senin, 18 Mei 2015

Aku Hamil..(Trimester I)


Well... dua bulan sudah tidak saya raba dan sentuh kamu dengan manja duhai blogku sayang :D soalnya saya ndak punya paketan internet hiks hiks.

Sebenarnya banyak kisah yang ingin saya bagi bersamamu. Salah satunya yaitu kisah My First Pregnancy. Yups,,, Alhamdulillah saya hamil saudara-saudara.

Setelah kurang lebih delapan bulan mengarungi bahtera rumah tangga bersama suami tercinta (walaupun in the real ditinggal sekitar 5/6 bulanan oleh suami karena mencari nafkah nun jauh di negeri seberang) alhamdulillah sekarang ini Allah memberi kepercayan dan anugrah terindah ini kepada kami berdua. (Horee... setelah dapat buku kecil merah and ijo "buku nikah" sekarang dapat buku pink deh....)

Buku Pemeriksaan Kehamilan
       
By the Way Any Way Busway alias 
ngomong-ngomong masalah kehamilan pertama saya ini, saya mau nge-share sedikit ikhtiar yang memang sudah saya lakukan beberapa bulan sebelum saya akhirnya hamil saat ini. Oh ya ini ada hasil capture-an suami yang masih saya simpan ketika test pack menunjukkan dua garis merah di pagi hari yang penuh barokah itu lho. 

Hasil Test Pack Pertama ;)

Back to topic ya kawan maaf kebanyakan ngelantur hehehe +.^

Pernikahan adalah salah satu sunnah Rasulullah yang sejatinya diharuskan untuk setiap insan di muka bumi ini ketika mereka telah bertemu dengan jodohnya (eits.... tapi semua harus sudah dipersiapkan baik fisik, mental, finansial dll) nggak usah terburu-buru juga karena jodoh nggak bakal tertukar kayak sandal jepit hehehe. 

So,,, setelah menikah, beberapa pasangan pasti mengidam-idamkan adanya kehadiran tangisan bayi mungil di tengah kebahagian keluarga mereka, walaupun ada beberapa juga sih yang menunda memilikinya dengan alasan tertentu pastinya.

Nah, untuk saya dan suami pribadi sih sangat berharap untuk segera memiliki keturunan. Toh ndak ada yang bisa menggantikan anugrah Allah yang satu ini, walau dibarter dengan uang berlimpah dan bergelimang harta mewah nan megah. 

Maka, untuk mewujudkan salah satu impian kami ini saya sudah berkonsultasi pada mbak bidan di dekat rumah, soalnya pas waktu itu saya lagi sakit "flu & batuk"  juga sih, akhirnya kami ngobrol deh bagaimana persiapan dan tips-tips yang baik untuk bisa menjadi seorang ibu. Alhamdulillah mbak bidan "bu Munasifah" yg satu ini memang terkenal ramah selain cantik juga lho. Oh ya selain sama mbak bidan, saya juga banyak nanya sana-sini sama teman ngajar khan nambah ilmu juga ya ;) bahkan sama teman ngajar yang belum nikah, karena ilmu itu ada dimana-mana ya kawan selain di bangku sekolah dan mbah google tentunya.

Dari hasil ngobrol dan sharing, saya mendapatkan beberapa hal berikut yang katanya bisa menjadi tips bagi kita para istri-istri yang pengen hamil.. monggo dimaos (ini versi ijtihad saya pribadi lho ya):
1. Rajinlah mengkonsumsi asupan vitamin e dan susu yang kaya akan kandungan asam folat, nah untuk point pertama ini saya mengkonsumsi produk Natur e dan susu untuk persiapan kehamilan Prenagen Esensis. 

Nutrisi Persiapan Calon Ibu Hamil

2. Perbaiki asupan gizi terutama perbanyak makanan yang banyak mendukung kehamilan seperti tauge dll lalu perhatikan kondisi tubuh dengan baik. Jangan sampe sering kecapean, atau bahkan sampe stress, tubuh kita khan harus beristirahat dengan baik.

3. Minta do'a sama orang-orang terdekat ex: orang tua, mertua, saudara, teman dll. Karena semakin banyak yang mendo'akan kita khan semakin mantep tho.

4. Lebih mendekat pada Allah SWT dan perbanyak baca do'a untuk memperoleh keturunan.
ربي لا تذرني فردا و انت خير الوارثين
Rabbi laa tadzarnii fardan wa Anta khairul waaritsiin.
ربنا هبلنا من لدنك ذرية طيبة انك سميع الدعاء
Rabbanaa hablana min ladunka dzurriyatan thayyibatan innaka samii'u du'aa.

5. Perhatikan masa subur kita ya bagi para calon ibu, sehingga masa dan proses ovulasi bisa terjadi dengan baik. Nah kalo mau tahu tentang point ini, maka rajin-rajin searching ya biar saudara-saudara bisa menghitung kapan masa subur yang pas sesuai kalender menstruasi kita.

6. Tawakkal.

Akhirnya hanya itu kawan yang bisa saya sharing kali ini. Sebagai manusia sudah sepantasnya kita berikhtiar dan berdo'a sesuai kemampuan kita, namun Allah SWT yang akan menentukan hasil dari setiap apa yang kita usahakan. Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk kita sebagai makhlukNya yang penuh dengan segala kesalahan dan kekurangan ini. 
Okey di tulisan saya ini juga saya mohon do'anya ya saudara-saudara agar saya bisa menjalani dan menjaga kehamilan pertama ini dengan baik dan lancar sampai proses persalinan kelak.. Aamiin.. 

Di Trimester pertama ini pun saya lalui hampir sama dengan para ibu hamil lainnya. Kondisi fisik yang sedikit melemah (kadang-kadang sampai nggak bisa berangkat ngajar). Trus kadang juga disertai mual dan eneg yang tiba-tiba muncul sampai males makan, jadinya males minum susu hamil juga hehe..'

Susu Hamil ko Beda ya dengan Saat Persiapan hehehehe...... Peace..

Namun aku tetap bersyukur ya Allah atas semua perubahan yang kini terjadi, karena dapat merasakan anugrah yang indah ini merupakan impian sebagian besar perempuan di muka bumi.

Finally,, Let's be Happiest and Prettiest Woman in this World *.*